Pharmacists in the Digital Age: A Systematic Review of Readiness, Knowledge, and Perception Toward Telepharmacy Implementation in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15877092Keywords:
telepharmacy, apoteker, pengetahuan, persepsi, kesiapanAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya layanan kesehatan jarak jauh, termasuk telepharmacy, sebagai solusi inovatif dalam memperluas akses layanan kefarmasian, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis tingkat pengetahuan, persepsi, dan kesiapan apoteker di Indonesia dalam mengadopsi layanan telepharmacy. Dari 10 artikel studi yang dianalisis, 70% menunjukkan bahwa apoteker memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap konsep dan manfaat telepharmacy. Sebanyak 7 studi juga mengindikasikan persepsi positif apoteker terhadap layanan ini, terutama dalam aspek efisiensi kerja dan kemudahan menjangkau pasien secara daring. Namun demikian, kesiapan untuk implementasi masih bervariasi; hanya 6 dari 10 studi yang menyatakan bahwa apoteker secara nyata siap menerapkan telepharmacy dalam praktik harian, dengan hambatan utama meliputi keterbatasan pelatihan teknis, infrastruktur digital, dan belum meratanya kebijakan pendukung. Hasil ini menekankan pentingnya strategi implementasi yang terstruktur dan berorientasi pada penguatan kompetensi tenaga kesehatan serta kesiapan sistem.

